30 Dec 2011 @ 6:51 PM 

Tahun 2011 tinggal selembar kalender lagi. Banyak hal yang telah terjadi di tahun ini, suka dan duka, keberhasilan dan kegagalan; semuanya telah menjadi lembaran cerita buku harian kehidupanku. Aku sadar bahwa tahun ini mungkin bukan tahun terbaikku, begitu banyak orang yang kecewa ataupun tersakiti olehku; namun bagaimanapun aku juga hanyalah manusia yang berusaha melakukan yang terbaik dan benar, walaupun itu menurut caraku…

Di tahun 2011 ini aku telah memantapkan langkahku untuk menetap di kota tempatku hidup selama 8 tahun terakhir. Banyak pertimbangan yang kupikirkan, walaupun bukan keputusan yang terbaik, namun aku mencoba menjalaninya. 2 tahun sudah aku meninggalkan apa yang disebut keluarga dan rumah; setelah bertahun-tahun ribut setiap aku berada di rumah itu. Rencanaku untuk berkeluarga tahun depan pun harus kandas karena adanya perbedaan visi. Mungkin banyak orang menilai aku salah, namun ku tak lagi peduli… my life must go on dan inilah jalan terbaik yang harus kutempuh. Syukurlah ada beberapa sahabat yang bisa memahami persoalan ini dan terus mendukungku, bagiku itu sudah cukup. Aku hanya berharap satu hari nanti aku akan memiliki keluarga dan rumah untuk aku menetap. Aku percaya, jalan itu ada…

Hari ini aku baru saja mengakhiri kegiatan kantor di tahun 2011 bersama dengan seluruh staff. Aku bersyukur tahun ini bisa kulewati, mungkin bukan tahun dengan kinerja yang bagus, namun banyak hal yang perlahan bisa kuubah di sini. Proyeksiku akan kantor ini memang agak menyimpang dari bayanganku, banyak hal yang sulit untuk kuterima pada awalnya; namun lewat proses hari demi hari, aku percaya aku bisa membuat kantor ini menjadi seperti yang aku targetkan. Tahun ini memang tahun yang berat, namun semua sudah terlewati dengan baik. Semoga tahun depan bursa bisa membaik dan transaksi meningkat ๐Ÿ˜€

Hmmm… masih banyak yang belum tercapai di tahun 2011 dan masih banyak kesalahan yang kulakukan… Namun aku sadar di tahun ini aku banyak belajar tentang arti dan makna kehidupan, aku banyak belajar menjadi lebih sabar dan tenang, aku banyak belajar mengenal karakter manusia, dan aku banyak belajar mengenal diriku sendiri… Just being me, itu yang terpenting.

OK, tahun 2012 sudah menanti… Semangat! Selamat Tahun Baru semuanya, damai di bumi, damai di hati…

JN. Rony
20111230

Posted By: Mamoru
Last Edit: 30 Dec 2011 @ 06:51 PM

EmailPermalinkComments (0)
Tags
Categories: Personal

 19 Jun 2011 @ 3:12 PM 

Tak terasa sudah 2.5 tahun aku tak pernah lagi menulis. Berbagai alasan bisa menjadi sebab… kesibukan sehari-hari, yang membuat hari-hariku capek dan tidak lagi pernah meluangkan waktu untuk menulis. Namun yang terutama adalah tidak adanya inspirasi yang lewat dalam pikiranku, yang belakangan kuasadari karena tidak adanya waktu hening lagi dalam keseharianku, seperti dulu… Dalam usiaku yang makin bertambah ini, kusadari bahwa fisikku sudah tidak seperti dulu lagi. Kini aku membutuhkan tidur yang lebih banyak, beberapa bagian tubuh sudah dihinggapi oleh cedera berkepanjangan.

Dalam 2 tahun ini, aku mencoba untuk lebih mengkespresikan diriku lewat foto-fotoku, untuk menggantikan tulisan. Ternyata foto juga membutuhkan ketenangan batin dan pikiran, sama seperti menulis. Jika tubuh tidak dalam kondisi prima, mood pun hilang. Selama ini aku berusaha dan belajar untuk menghasilkan foto-foto yang “sempurna” walaupun hasilnya masih jauh dari sempurna, namun aku mencoba untuk menikmati proses yang terjadi…

Minggu lalu aku menghadiri pesta nikahan seorang teman sekolah sejak SD hingga lulus SMA. Dalam pesta tersebut, aku bertemu dengan beberapa teman satu angkatan yang masih tetap kontak, namun yang surprise ternyata bertemu juga dengan beberapa teman yang sudah lama kehilangan kontak. Lucu memang, reuni kecil dengan nuansa memory masa kecil. Kami, yang dulu hanyalah anak-anak kecil, kini sudah dewasa dan menjalani jalan hidupnya masing-masing. Di tengah era informasi digital saat ini, tuntutan kerja yang sangat keras, bernostalgia dengan teman semasa kecil sungguh memberikan penghiburan dan jadi penyegar hati.

Kini, kembali aku bernostalgia dengan lagu Inka Christie dan Amy Search, lagu tahun 90-an di kala aku masih duduk di bangku SMP. Belakangan Inka Christie cukup rutin tampil di TV dengan lagu Demi Cinta, yang dulu begitu populer. Sepertinya sejarah memang berulang seperti putaran roda, banyak juga orang yang ingin bernostalgia dengan masa lalu. Apakah ini pertanda bahwa masa kini sudah terlalu rumit? Entahlah, mungkin saja… Bagiku, masa laluku tidaklah banyak yang bisa kukenang, namun ada sebagian kecil dari masa lalu itu yang kurindukan…

Demi cintaku padamu, kemanapun kau kan kubawa, walaupun harus kutelan lautan bara
Demi cintaku padamu, ke gurun kuikut denganmu, biarpun harus berkorban jiwa dan raga

Bulan madu di awan biru, tiada yang mengganggu
Bulan madu di atas pelangi, hanya kita berdua
Nyanyikan lagu cinta, walau seribu duka, kita takkan berpisah

Andai dipisah laut dan pantai, tak akan goyah gelora cinta
Andai dipisah api dan bara, tak akan pudar sinaran cinta

Bulan madu di awan biru, tiada yang mengganggu
Bulan madu di atas pelangi, hanya kita berdua
Nyanyikan lagu cinta, walau seribu duka, kita takkan berpisah

Andai dipisah laut dan pantai, tak akan goyah gelora cinta
Andai dipisah api dan bara, tak akan pudar sinaran cinta

by Inka Christie & Amy Search (Demi Cinta)

JN. Rony
20110619

Posted By: Mamoru
Last Edit: 19 Jun 2011 @ 03:15 PM

EmailPermalinkComments (0)
Tags
Categories: Personal

 08 Oct 2008 @ 4:52 PM 

Untung ataukah malang? Pertanyaan ini tidak berani kujawab, sebab memang aku tidak tahu apa yang direncanakan Tuhan. Namun memang liburan lebaran kali ini “kelihatan” aku telah salah mengambil keputusan untuk mudik. Berawal dari mepetnya keputusan untuk mudik, aku akhirnya menyetir dalam keadaan yang kurang fit dan dalam waktu yang salah. Sejak awal beberapa teman sudah mengingatkan bahwa aku akan terjebak kemacetan di penyeberangan Gilimanuk – Ketapang, dan ternyata terbukti! Untuk menyeberang saja aku butuh waktu 4 jam, padahal biasanya tidak lebih dari 1 jam, apalagi kalau jadi mobil terakhir dalam kapal, bisa hanya 45 menit saja sudah sampai di seberang. Dengan kondisi seperti itu, akhirnya perjalanan kutempuh dengan waktu kurang lebih 14 jam. Perjalananku kali ini hanya demi menuntaskan misi membeli “mainan baru” untuk mencoba mengisi waktu luang dan mengurangi kebosananku. So, sepanjang liburan hanya kupergunakan untuk mempelajari “mainan baru”-ku itu.

Nah, sesudah cukup bete dengan antrian lama dan perjalanan panjang yang melelahkan itu, sesampai di Probolinggo AC mobil tiba-tiba mati. Doh! Kacau dah! Akhirnya setelah putus asa nyoba-nyoba ga berhasil, kutempuh perjalanan 4 jam tersisa dengan tanpa AC di tengah siang terik yang bukan main. Doh! Sesampai di Surabaya, segera ke Auto 2000 untuk cek AC, ternyata magnetiknya rusak dan yang bikin shock, katanya spare partnya hampir sejuta! Argh!!! Itu karena partnya ambil dari toko, karena di Auto 2000 sedang kosong. Duh, dilema juga karena toko-toko sudah banyak yang tutup karena lebaran. Akhirnya kuputuskan untuk menunggu hari Senin pagi saja dan ke bengkel AC yang bisa kasih harga yang lebih bersahabat.

Senin pagi segera kutuntaskan AC dan setelah mobil bisa dapat hawa dingin nan sejuk, aku segera kembali ke Denpasar dengan harapan bisa tiba sore hari. Perjalanan kembali ternyata tak berbeda jauh dengan perjalanan ke Surabaya sebelumnya, banyak sekali para bikers (mudikers yang pakai sepeda motor) berseliweran di jalan, membuatku harus lebih berkonsentrasi. But, yeah… shit always can happen anytime. Baru saja keluar dari Probolinggo (napa ya bermasalah terus di sono?), tahu-tahu mobil di depanku berhenti mendadak! Gosh! Injak sekuat tenaga sampai mentok ternyata tidak cukup menghentikan menghentikan laju mobilku. Brak! Kap mobil Avanza menghantam bagian bawah bak pick-up Mitsubishi di depanku dan tak lama disusul suara BRAK! dari belakang. Sepintas kulihat di spion, ada motor menabrak mobilku. Argh… mati dah. Semoga ga sampai ada korban jiwa, pikirku. Ga butuh waktu lama untuk bikin jalanan yang sudah kecil itu macet dan datanglah pak polisi yang gagah dan baik hati meminta kami ber-3 (pick-up, aku dan motor) ke pos polisi yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Singkat cerita, muka manis bapak polisi ternyata punya tujuan tidak lain dan tidak bukan membuat kami makin lelah menunggu dan menunggu. Kemudian datanglah seorang bapak polisi yang ternyata bos di pos tersebut dan bla-bla-bla, ujung-ujungnya dia mengatakan bahwa kami semua harus pergi ke kantor polisi Probolinggo menghadap atasannya lagi dan bla-bla-bla. Kontak kami menolak dan bilang bahwa sejak awal kami tidak ada masalah satu sama lain dan kami memutuskan untuk tidak meneruskan masalah tabrakan sial tadi. Namun, si bapak polisi yang terhormat dan baik hati itu ternyata gigih dalam memperjuangkan “hukum” (yang ga jelas yang mana) dan mengatakan bahwa “seharusnya tadi tidak perlu memanggil dia dan selesaikan sendiri.” Lah? Siapa juga yang manggil dia kalo bukan anggotanya sendiri? Siapa juga yang nyuruh kami semua kumpul dan nunggu kalo bukan anggotanya? Setelah diberondong dengan “permohonan” selesaikan kasus di tempat dengan “musyawarah” barulah keluar “resep” agar kami tidak perlu pergi ke kantor polisi, yaitu dengan memberikan uang jaminan sebagai ganti kendaraan tidak ditahan, per mobil dikenakan 500 Ribu. Dieng! Itulah wajah pak polisi kita yang setia melindungi dan mengayomi masyarakat. Akhirnya karena masing-masing punya kesibukan dan hari pun makin gelap, akhirnya kami masing-masing menyerahkan uang 500 Ribu pada si bapak yang masih pasang tampang “ja-im” dan “shy-shy cat” langsung menutupi tumpukan uang di meja dengan kertas. Dasar!

Well… diperas atas nama hukum, apes banget! Padahal mobilku udah jelas parah rusaknya, masih aja diperas. Akhirnya kuteruskan perjalanan dan baru tiba di kost pukul 4 pagi! Ngeliat model aparat yang ga tau malu cuma bisa membuatku ngelus dada. Gimana negara ini mau maju kalo yang menyebut dirinya penegak hukum ternyata malah sengaja menyulitkan warga, bukannya menyelesaikan perkara secepat mungkin. Benar juga kalo ada istilah: “kalo bisa dipersulit, buat apa dipermudah?”

What can i say? Makan tuh duit pak, semoga ga bikin perut mules…

JN. Rony
20081008

Posted By: Mamoru
Last Edit: 19 Jun 2011 @ 03:15 PM

EmailPermalinkComments (0)
Tags
Categories: Intermezo





 Last 50 Posts
 Back
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 139
  • Comments » 0
Change Theme...
  • VoidVoid « Default
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

About



    No Child Pages.