20 Sep 2004 @ 6:14 PM 

Beberapa hari yang lalu, aku kembali terbangun dengan mimpi buruk dan perasaan yang sungguh tak menentu. Bad feeling seperti ini jarang sekali kurasakan dan hanya timbul bila ada sesuatu hal yang akan terjadi di sekitarku. Yang paling kutakutkan adalah hal yang menyangkut urusan kematian seseorang. Sebagai orang yang percaya akan Tuhan, aku tidak pernah menganggap diriku sebagai orang yang punya karunia lebih, namun untuk beberapa kasus yang telah terjadi, apa yang aku rasakan secara khusus perlu aku perhatikan karena benar-benar terjadi.

Malam itu aku kembali tidur dengan sangat tidak nyaman… aku bermimpi akan wajah-wajah orang yang aku kenal, namun aku tidak bisa ingat secara pasti siapa saja mereka. Saat pagi hari, aku pun terbangun dengan kondisi tubuh sangat capek, padahal kerjaanku semalam hanya tidur. Seperti biasanya, aku berusaha mencari tahu siapakah gerangan yang kali ini aku rasakan, apa yang akan terjadi dan sebagainya… Sampai sore hari, tidak ada kejadian istimewa yang terjadi di sekelilingku dan aku cukup bersyukur dengan kondisi tersebut. Aku sangat berharap bahwa mimpi yang aku alami semalam hanyalah sekedar bunga tidur. Menjelang malam, seorang teman baikku mengabarkan bahwa dirinya akan menikah akhir tahun ini. Wow! Tentunya ini sebuah kejutan dan aku cukup senang bahwa feelingku bukanlah sesuatu yang buruk, melainkan merupakan happy ending.

Tengah malam menjelang tidur, aku dikejutkan oleh sms dari teman satu kost yang baru saja pulang kantor. Temanku ini mengabarkan bahwa dia kena cacar air. Waduh! Hal ini tentunya mengejutkan dan cukup menakutkan bagiku, mengingat aku belum pernah terkena cacar air dan resiko tertular sangat tinggi, mengingat kami tinggal dalam satu halaman rumah. Sejenak aku merenung dan mencoba mengingat-ingat kembali, ternyata temanku inilah yang aku impikan semalam! Aku ingat betul bahwa wajah-wajah yang kulihat semalam adalah wajah-wajah dari orang-orang yang dekat sekali denganku saat ini.

Tak lama berselang, kembali aku mendapatkan sms dari temanku di Surabaya yang mengabarkan bahwa dirinya saat ini berada di rumah sakit menunggui keponakannya yang sedang kritis. Si bayi lahir prematur dan baru berumur sehari dan tak lama berselang, aku mendapatkan kabar bahwa si bayi sudah meninggal karena kondisinya terlalu lemah.

Dai kejadian yang kualami dalam sehari aku menjadi berpikir, apakah semua itu ada kaitannya dengan mimpiku? Kuakui aku jarang sekali mimpi tentang orang yang aku kenal, bahkan mimpi pun jarang sekali. Tapi bila kuingat, saat aku mimpi tentang orang yang aku kenal atau perasaanku benar-benar terusik seharian (aku tipe orang yang punya feeling ekstrem), maka ada sesuatu yang akan terjadi. Namun, aku kembali berpikir bahwa semua yang terjadi adalah merupakan misteri Allah. Lalu apakah mungkin aku merasakan hal-hal yang akan terjadi? Aku bukan orang yang rajin dan taat dalam ibadah, aku juga bukan orang yang suci dalam perbuatan dan perkataan. Itulah yang sangat membuat aku merenung, terutama dalam saat-saat kesendirian di kota Denpasar ini.

Malam ini feelingku kembali terusik… Usaha untuk memejamkan mata tidak berhasil… Akhirnya kupergunakan waktuku untuk duduk di teras kamarku dan menikmati angin malam dan mendengarkan kesunyian kota ini… Sayup-sayup kudengar bunyi radio dari tetangga berpadu dengan bunyi mp3 yang mengalun lembut dari dalam kamarku. Malam ini aku sungguh berpikir dan berpikir… aku sungguh berharap, perasaanku dapat segera berlalu sejalan dengan waktu…

Salam dari kesunyian kota Denpasar…

JN. Rony
20040920

Posted By: Mamoru
Last Edit: 19 Jun 2011 @ 03:15 PM

EmailPermalinkComments (0)
Tags
Categories: Personal
 

Ular

 
 04 Sep 2004 @ 6:12 PM 

Malam ini kami (penghuni kost) lalui dengan perasaan tegang. Bagaimana tidak tegang jika mendapati ular sepanjang kurang lebih 2 meter dengan lingkar tubuh hampir sebesar tangan manusia dewasa berada di kamar mandi dalam kamar? Ya, sepulang dari makan malam tadi, aku dan 2 orang temanku (kakak adik) berniat untuk menonton VCD bersama di kamar temanku itu yang ada di lantai 1. Sewaktu merapikan kamar agar enak nontonnya, tahu-tahu si adik lari-lari keluar kamar dari arah kamar mandi. Lalu aku pun spontan melihat ke arah kamar mandi, di kusen pintu kulihat sosok berwarna hitam menempel di sana… lalu kuberanikan diri untuk melihat lebih dekat, ternyata itu badan ular. Awalnya kupikir ular kecil seperti yang biasa kudapati di dalam rumah, ternyata perkiraanku kali ini keliru… ular tersebut menjulur dari ujung pintu atas sampai ke bawah. Wow… sampai-sampai waktu itu temanku yang punya kamr tidak percaya dan ikut melihat… dan kami bertiga kaget sekaligus heran tak tahu harus berbuat apa. Kemudian temanku tersebut spontan mengambil digicamnya dan memfoto ular tersebut. Setelah itu, kamar mandi kami tutup agar ularnya tidak keluar ke dalam kamar dan kami mencari bantuan teman kost yang lain, sambil mencari tongkat untuk mengambil atau jika perlu membunuh uar tersebut. Kontan, tak lama kemudian kondisi kost jadi ramai karena berita ular ini… walaupun penghuninya masih banyak yang belum pulang. Setelah mendapatkan tongkat bambu panjang, salah seorang penghuni kost membuka pintu kamar mandi, ternyata ularnya hilang! Sewaktu dicari, ternyata ularnya sudah masuk ke lubang saluran air kamar mandi, karena saat itu masih terlihat ujung ekornya. Tak lama kemudian pemilik rumah kost pun datang dan bertanya-tanya. Dari perbincangan kami, pemilik kost menyarankan agar bila ada ular seperti itu lagi, jangan dibunuh, melainkan dihalau saja sebisanya… sebab besok adalah hari semacam malam Jumat Kliwon-nya orang Jawa menurut versi adat di Bali, dan bisa jadi itu ular jadi-jadian. Yah, di Bali memang banyak sekali hal-hal yang berbau klenik dan mistik. Sudah banyak teman mengingatkan da bercerita bahwa kita harus berhati-hati dengan hal-hal yang “tidak lazim” di sini. Budaya di Bali memang sarat dengan nuansa mistik.

Sekali lagi aku teringat akan pesan dari romo pembimbingku saat terakhir aku bertemu di Pertapaan Karmel, Tumpang sebelum aku berangkat ke Bali. Romo ini berpesan agar aku berhati-hati selama di Bali, bahwa aku harus terus menghidupkan kehidupan rohaniku, banyak doa dan tetap percaya pada Tuhan. Aku diminta untuk percaya atau tidak sama sekali pada hal-hal yang mungkin menimpa aku. Sebab menurut romo ini, Bali memang penuh dengan kejadian-kejadian aneh dan seringkali berbau mistik. Memang, sesaat aku tiba di Bali, aku banyak mendengar cerita-cerita yang mirip-mirip dengan acara yang saat ini lagi populer di televisi, seperti percaya ga percaya, uji nyali, dsb. Seorang teman yang sudah cukup lama tinggal di Bali bercerita bahwa di sini ada kepercayaan tentang makhluk jadi-jadian, semacam ilmu sihir, kerasukan roh, dsb. Tanpa bermaksud meremehkan hal-hal tersebut, namun pada dasarnya aku seperti Thomas yang kurang percaya tanpa bukti. Hal inilah yang selalu menjadi dasar ketidakpercayaanku pada hal-hal mistik. Namun, kadang kala aku pun takut dan ragu… mungkin karena pada dasarnya aku juga hanya sosok manusia yang punya kelemahan dan keraguan juga.

Peristiwa malam tadi kembali menantangku untuk tetap berpikir jernih dan fokus pada Tuhan, Raja Pencipta Semesta. Imanku ditantang untuk percaya bahwa ular itu hanyalah kebetulan saja bisa menerobos masuk lewat lubang pembuangan air di kamar mandi… ataukah percaya bahwa ada yang aneh dengan kejadian ular sebesar dan sepanjang itu bisa masuk ke dalam kamar mandi dengan cara yang aneh, karena tutup lubang yang tidak bergeming dari tempatnya.

Sejenak aku merenung dan teringat akan masa beberapa tahun lalu saat aku masih aktif di persekutuan doa. Aku banyak belajar untuk mengatasi orang-orang yang kesurupan atau histeris saat didoakan. Saat itu senjata yang diajarkan padaku hanyalah doa dan iman yang percaya pada Tuhan. Kini aku seakan kembali ke masa itu, dimana tantangannya menjadi lebih berat… karena saat itu aku berada di lingkungan sendiri yang notabene bisa lebih jelas membedakan mana yang mistik dan mana yang bukan. Namun, sekarang aku dihadapkan pada realita dimana aku harus bisa peka dan bisa menentukan mana yang mistik dan mana yang bukan dengan kondisi yang jelas-jelas lebih kabur mengingat lingkungan tempat kuberada adalah lingkungan yang majemuk dengan berbagai kepercayaan. Aku sadar aku bukanlah pendoa yang baik, aku pun bukan penganut aliran eksorsisme… aku hanyalah seorang Katolik yang hidup rohaninya pas-pasan… Karena itulah aku senantiasa mencoba dan terus mencoba untuk percaya bahwa Tuhan Yesus selalu berserta aku dalam setiap kejadian dan perkara. Bila demikian, buat apa aku takut dan khawatir akan hal-hal yang berbau mistik?

Jam di kamarku telah melewati tengah malam… dan aku kembali teringat akan ular tadi… Ach… buat apa memikirkan apa sebenarnya ular itu? Mendingan berpikir bagaimana agar ular itu tidak lagi masuk ke dalam kamar kami? Aku rasa itu lebih penting untuk dipkirkan daripada memikirkan hal-hal yang tidak masuk akal. Toh aku percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah mencelakakan umatNya! Itu yang perlu!

Good Night Indonesia! Have a nice dreams!

JN. Rony
20040904

Posted By: Mamoru
Last Edit: 19 Jun 2011 @ 03:15 PM

EmailPermalinkComments (0)
Tags
Categories: Renungan

 Last 50 Posts
 Back
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 139
  • Comments » 0
Change Theme...
  • VoidVoid « Default
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

About



    No Child Pages.