02 Oct 2006 @ 3:53 PM 

Manusia akan berubah, begitu kata seorang teman mayaku. Berawal dari diskusi tentang perilaku kawin-cerai artis/pejabat yang lagi hangat diberitakan di infotainment di tivi, sampailah pada kesimpulan tersebut. Well… ada benarnya juga sich. Tinggal masalahnya perubahan menuju ke arah yang lebih baik atau buruk? Malam ini aku berusaha untuk memecahkan pertanyaan itu. Selagi hawa panas kembali menyerang kota Denpasar diselingi dengan hujan pertama setelah sekian lama kota ini kering, itupun langit terkesan setengah hati mencurahkan airnya ke bumi. Entah berapa suhu malam ini, yang jelas tubuhku sangat berkeringat walaupun kipas anginku terus berputar berusaha mendinginkan hawa dalam kamarku.

Bila kucoba membuka catatan perjalananku, tak terasa hampir setahun aku mulai “bermasalah” dengan kehidupanku secara pribadi. Lebaran tahun 2005 adalah saat dimana aku mengambil keputusan untuk berpisah dengan seseorang yang kusayangi. Keputusan yang mungkin berat dan menjadi sebuah kenyataan pahit yang harus kuhadapi. Seseorang yang saat itu kuharapkan bisa menjadi orang yang mengerti dan mempercayai aku. Namun, dugaanku salah. Semuanya harus berakhir dengan kekecewaan yang teramat dalam. Aku mencoba untuk tegar dan tak menangis, namun hatiku tak kuasa untuk menahan pedihnya dikhianati dan dikecewakan. Saat itu aku kehilangan arah dan tujuanku, bahkan tensiku pun naik seiring dengan emosiku yang kerap meluap karena alasan sepele.

Manusia akan berubah, aku pun berubah karena peristiwa itu. Aku pun kembali mengucilkan diri dari beberapa komunitas, aku berusaha keras untuk bisa melupakan sumber kepahitanku tersebut. Seorang temanku menegurku bahwa aku terlalu melankolis, bahkan terlalu ekstrim, suatu hal yang tak bisa kupungkiri. Aku adalah pribadi yang tak ingin disakiti, begitu rentannya saat perasaan terluka teramat dalam. Segala upaya kulakukan untuk bangkit kembali, banyak alasan kucoba ungkapkan untuk menguatkan diriku. Namun, malam ini… aku menyadarinya bahwa aku belum berhasil melupakan yang telah terjadi. Ketergantunganku begitu kuatnya sehingga seringkali aku malu pada diriku sendiri. Entah harus dengan cara apa lagi aku bisa terbebas dari dosa yang menempel padaku ini…

Cinta, apakah sebenarnya cinta itu? Jika 2 manusia harus bersatu atas nama cinta, mengapa masih saja ada alasan untuk meragukan cinta, mengkhianati cinta, dan memisahkan cinta? Mungkin aku termasuk golongan mereka yang mempercayai sebuah kehidupan dongeng Romeo dan Juliet, sebuah kisah percintaan abadi yang berakhir dengan hidup bahagia selama-lamanya. Mungkin aku termasuk pula dalam golongan mereka yang percaya pada cinta pandangan pertama, cinta sejati, dan cinta-cinta seperti dalam sebuah kisah roman picisan. Bagaimanapun juga aku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa bagiku cinta adalah sebuah rasa yang berdasarkan pada kepercayaan dan komitmen. Bila tak lagi saling percaya, bagaimana bisa menyebut diri mencintai? Well… manusia berubah.

Malam telah berubah menjadi pagi buta. Tak lama lagi gema sahur akan dikumandangkan, walau mungkin tak sekeras saat ku tinggal di Jawa. Aku masih tak bisa menghentikan putaran otakku apalagi memejamkan mataku. Aku menyadari bahwa aku telah berubah lebih buruk dan perubahan itu sedikit demi sedikit telah menggerogoti aku. Aku sadar aku tak bisa terus bertahan seperti ini. Aku sadar aku harus menghadapi buah yang dihasilkan dari pohon masa laluku. Entah apakah aku bisa, aku tak tahu… yang kutahu adalah aku tak boleh menyerah!

Entahlah… apapun hasilnya, aku harus tetap berjuang… sampai nanti, sampai mati…

JN. Rony
20061002
“Kalau kau pernah takut mati, sama…” — Letto

Posted By: Mamoru
Last Edit: 19 Jun 2011 @ 03:15 PM

EmailPermalink
Tags
Categories: Personal


 

Responses to this post » (None)

 
Post a Comment

You must be logged in to post a comment.

Tags
Comment Meta:
RSS Feed for comments

 Last 50 Posts
 Back
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 139
  • Comments » 0
Change Theme...
  • VoidVoid « Default
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

About



    No Child Pages.