Pindah

 
 10 Jul 2006 @ 3:41 PM 

Malam ini lagi-lagi aku harus mengemasi barang-barangku. Yeap, lagi-lagi aku pindah ke kost yang baru. Tak terasa 2 tahun sudah aku menempati pulau yang terkenal dengan bisnis pariwisatanya. Selama itu pula aku berpindah-pindah tempat tinggal dan ini adalah tempat ke-4 aku yang akan kuhuni. Mencari kost yang nyaman untuk ditempati di Bali memang susah-susah-gampang. Awal mula aku memasuki Bali, telah kurasakan betapa susahnya saat itu mendapatkan kost, sebab saat itu rata-rata kost yang kutemukan hanyalah berupa kamar kosong tanpa perabot. Inilah yang menjadi ciri khas kost-kostan di Bali dan jadilah aku kost tapi serasa kontrak, karena harus melengkapi kamar dengan berbagai kebutuhan pokok. Dalam perjalanan waktu, aku sempat cukup lama menempati 1 rumah kost, namun akhirnya aku pun harus pindah karena makin lama tempat itu makin jorok dan lingkungannya pun makin tak nyaman lagi untuk kutinggali.

Pencarianku selama 6 bulan lebih akhirnya tertambat pada 1 tempat kost yang masih baru dan mungkin bisa dikatakan cinta pada pandangan pertama. Bagaimana tidak, lahan tempat kost ini sangat luas dan masing-masing kamar dilengkapi dengan AC dan garasi pribadi. Selain itu penataan kamar dalam bentuk rumah-rumah kecil serta kebun di masing-masing rumah terasa apik. Ditambah lagi, lingkungannya yang agak jauh dari keramaian, bahkan kamarku bertetanggaan dengan sawah yang cukup luas, membuat suasana sekitar cukup hening dan enak dijadikan tempat beristirahat. Tanpa pikir panjang lagi, aku pun memutuskan menempati kamar kost ini, apalagi harga sewa per bulannya tidaklah terlalu mahal, jika dibandingkan dengan fasilitas yang diberikan. Namun, ternyata masalah di kamar kost ini mulai kelihatan, yaitu luas kamar yang lebih kecil dibandingkan kamar lama, sehingga awalnya aku cukup mengalami kesulitan mengatur barang-barangku yang terlanjur banyak. Ditambah lagi, ada beberapa hal yang terlupakan oleh pemilik kost, seperti bagian belakang kamar tempat menjemur yang tak beratap dan tidak ada tempat mencuci piring. Masalah yang paling menganggu adalah bak kamar mandi yang bocor! Karena terlanjur pindah, maka kuniati untuk merenovasi sedikit kamar kost ini dan hasilnya ada yang terselesaikan, namun ada juga yang tidak bisa diperbaiki, salah satunya adalah bak kamar mandi yang bocor itu.

Aku mencoba untuk bertahan, tapi ternyata keadaan makin parah. Bocor ini membawa masalah pada lantai kamar. Jadilah sekujur tubuhku selalu sakit bila bangun tidur. Lantai kamar selalu terasa dingin dan semut-semut di tembok serta tanah melakukan exodus, mungkin karena liangnya kebanjiran air dari kamar mandiku. Mengingat pemilik kost tidak memberikan respon berarti saat kukomplain perihal kondisi kamar, akhirnya kuputuskan kembali mencari kost baru. Satu bulan aku mencari kost baru, tapi lagi-lagi tidak ada yang cocok, entah karena kondisi kamarnya yang tidak bagus atau harganya yang terlalu mahal. Akhirnya karena sudah tak tahan lagi dengan kondisi kamar yang super duper dingin, kuputuskan mengambil 1 kamar kost yang paling lumayan di antara yang ada. Kemarin aku sudah membersihkan dan memindahkan sedikit barangku ke kamar baru. Malam ini hampir 1/2 kamarku kupindahkan ke dalam mobil. Kurasa 2 kali pindahan lagi maka barang-barangku pindah semua. Memang sekarang ini untuk pindahan butuh 4 kali pindahan, beda dengan awal mula di Bali yang cukup dengan 2 kali pindahan.

Well, masalahku belum selesai sampai di sini, karena sampai sekarang pun aku tidak merasa nyaman dengan kondisi kost yang baru. Apalagi belakangan aku baru tahu, pemilik kost ini entah terlalu kaku atau kasarnya bodoh, tidak mengijinkan penghuni memasang gembok pengaman di pintu kamar. Bagaimana aku bisa tenang, jika hanya mengandalkan kunci kamar yang tentunya pemegang kuncinya bukan hanya aku, sedangkan di dalam kamarku terdapat cukup banyak barang berharga? Selain itu tidak ada tempat untuk memasang antena TV. Konyolnya, penghuni tidak diperkenankan memasang sesuatu di depan bangunan, karena dianggap akan membuat jelek bangunan, hanya boleh memasang di samping atau belakang bangunan, padahal jelas-jelas arah antena TV harus menghadap ke depan bangunan dan di samping maupun di belakang tidak terdapat bagian yang bisa ditempeli antena luar. Sialnya lagi, kemarin kutemukan pula bahwa bak kamar mandi juga bocor! Namun, karena di kamar ini dilengkapi dengan ranjang, meja, lemari, kursi; kuputuskan untuk menempati sementara sambil kembali mencari kamar kost lainnya. Sedih… Belum pindah sudah harus menyiapkan kepindahan berikutnya.

Hmmm… inilah dilema yang kuhadapi saat ini. Harus mencari tempat tinggal yang nyaman, namun dengan bujet terbatas. Inilah pencarianku selama hampir 1 tahun terakhir. Entah kenapa aku jadi teringat akan komentar yang selalu diberikan oleh seorang uskup yang kukenal bila menanggapi tulisanku, yaitu bahwa aku sedang dalam sebuah pengembaraan hidup. Memang benar, inilah pengembaraanku, perjuanganku, dan pencarianku. Entah sampai kapan aku harus tinggal di Bali, aku pun tak tahu. Saat ini aku hanya mencoba untuk berpasrah pada rencana yang sudah digariskan untukku. Aku hanya bisa berdoa… dan berharap…

Dalam kesunyian malam,

JN. Rony
20060710

Posted By: Mamoru
Last Edit: 19 Jun 2011 @ 03:15 PM

EmailPermalink
Tags
Categories: Personal


 

Responses to this post » (None)

 
Post a Comment

You must be logged in to post a comment.

Tags
Comment Meta:
RSS Feed for comments

 Last 50 Posts
 Back
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 139
  • Comments » 0
Change Theme...
  • VoidVoid « Default
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

About



    No Child Pages.