Pindah

 
 31 Aug 2004 @ 6:10 PM 

Malam ini adalah malam terakhirku menempati kamar kost yang sudah kutempati selama 2 bulan aku di Denpasar. Ya, akhirnya aku memutuskan untuk pindah kost ke tempat yang lebih murah dan kecil. Kost yang sekarang kutempati tidaklah terlalu mahal bila dilihat dari fasilitas yang kudapat: luasnya kamar, spring bed king size, parkir cukup luas, kamar di lantai 1, serta pemakaian listrik bebas. Memang, kost ini termasuk sangat langka untuk ukuran kost di Denpasar. Sedangkan kost yang baru nanti, tergolong mahal walaupun uang yang kubayar lebih sedikit dari yang sekarang, sebab luas kamarnya lebih kecil, tidak dapat ranjang, listrik bayar sendiri sesuai pemakaian, kamar di lantai 2, parkiran lebih kecil, serta sewa kostnya kena PPN-nya lagi! Namun, aku tetap memutuskan pindah karena beberapa faktor, yaitu: masalah lingkungan. Kost yang lama memang lingkungannya kurang mendukung, mulai dari tetangga kost yang sering membuat keributan, ada yang memelihara banyak anjing, sampai perilaku penghuni kost yang parkir seenaknya sendiri. Pernah suatu hari ada tetangga kost yang anaknya stress sampai menangis dan teriak-teriak sepanjang hari plus mebanting barang-barang. Secara moril aku kurang nyaman tinggal di kost ini.

Sudah 2 malam aku memindahkan sebagian barang-barangku ke kost baru. Memang, barangku cukup banyak yang harus dipindah, dan besok adalah hari terakhir aku memindahkan barang-barangku. Capek, itulah yang kurasakan 2 malam ini. Selain pindah kost, saat inipun aku sedang mempersiapkan pindah kantor. 1 September besok adalah hari yang sibuk, karena selain aku sudah harus menempati kantor baru, malamnya aku juga harus sudah menempati kamar kost baru. Well… ini bukan karena memilih hari atau apa… tapi hanya kebetulan dan aku ingin agar kepindahan ini segera selesai dan aku bisa beraktivitas normal seperti biasa.

2 bulan sungguh tak terasa, seakan baru kemarin aku memasuki kota Denpasar ini. Begitu banyak peristiwa yang sudah aku alami di sini. Dari semuanya itu, aku memang banyak merasakan kesedihan daripada kegembiraan. Hal ini disebabkan beberapa pertengkaranku dengan beberapa orang di kantor, yang dipicu oleh persoalan internal. Namun semuanya itu tetap aku jalani dengan keyakinan bahwa Tuhan punya rencana untukku selama di Denpasar. Seminggu terakhir ini aku telah mendapatkan teman baru di kost yang baru. Kami adalah sesama perantauan dari Jawa yang bekerja di Bali dan umur kami pun tak terpaut jauh, sehingga setidaknya aku mendapatkan sedikit hiburan dari teman-teman baru. Dalam kesempatan malam hari kami gunakan untuk kumpul dalam 1 kamar dan saling bercerita ataupun kami pergi makan malam bersama. Yah, setidaknya itulah hiburan bagiku saat ini. Lalu setiap minggu, komuni kudus pun senantiasa memberiku kekuatan untuk tetap bertahan, walaupun berat badanku turun sampai 5 kilo. Namun, aku berharap dengan kepindahanku ke kost yang baru mampu memberikanku semangat baru untuk berjuang dalam menapaki hari esok.

Inilah penerapan tulisan Berpasrah yang pernah kutulis beberapa waktu lalu… Sungguh, aku tak tahu apa yang harus kulakukan saat ini. Yang bisa kulakukan hanyalah menjalani apa yang ada di depanku… dan menyerahkan sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan. Aku percaya selalu ada makna dalam setiap peristiwa dan aku sadar bahwa perjalananku masih panjang… Aku jadi teringat akan kalimat dari sebuah lagu rohani favoritku beberapa tahun yang lalu, “Hidup bukan karena hari, hidup hanya karena arti…”

Dalam kasihNya di keheningan malam bulan purnama…

JN. Rony
20040831

Posted By: Mamoru
Last Edit: 19 Jun 2011 @ 03:15 PM

EmailPermalinkComments (0)
Tags
Categories: Personal

 Last 50 Posts
 Back
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 139
  • Comments » 0
Change Theme...
  • VoidVoid « Default
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

About



    No Child Pages.