16 Dec 2001 @ 4:38 PM 

Mempersiapkan jalan bagi Kristus, itulah ungkapan yang diberikan bagi Yohanes Pembaptis dalam Injil, yang juga dipakai pada masa kini bagi orang-orang yang mewartakan Kabar Gembira, Kabar Keselamatan, dsb. Bila melihat jaman Yohanes Pembaptis dan pewarta jaman modern ini seakan melihat 2 sisi dunia yang berbeda, namun keduanya mempunyai misi yang sama, yaitu mengenalkan Allah dalam diri Yesus Kristus kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya atau menyadarkan orang-orang yang telah berpaling dari Tuhan atau bisa juga meneguhkan orang-orang yang dengan setia melayani dan mengikuti Jalan Tuhan.

Ada teori, di dunia ini tidak ada yang sama persis (Itulah kehebatan Tuhan!). Bila ungkapan ini mau dikaitkan dengan keberadaan 2 dunia yang berbeda di atas, maka akan jadi seperti ini: bila di jaman Yohanes Pembaptis, menyiapkan jalan bagi Tuhan itu harus bermati raga di padang gurun, makan belalang, berpakaian dari kulit binatang; maka di jaman modern ini seorang pewarta mungkin bisa dikatakan lebih “enak” dan “nyaman” ketimbang Yohanes, karena bisa naik motor/mobil, pakai baju bagus bahkan berdasi, hidup di alam perkotaan atau sekalipun di desa, tetaplah tidak lebih gersang ketimbang padang gurunnya Yohanes, dsb. Namun tentunya yang perlu dilihat adalah misi dan visi yang diemban oleh masing-masing individu pewarta tersebut, sebab tiap masa atau jaman punya budaya tersendiri.

Menjadi seorang “pelopor” seperti Yohanes Pembaptis mungkin menjadi pilihan bagi beberapa orang yang ingin mengabdian dirinya bagi kemuliaan Tuhan, tentunya dengan cara mereka masing-masing: entah sebagai seorang pastor, suster, bruder, selibat awam, aktivis orka, dsb. Memang tanpa disadari kita telah menjadi Yohanes-Yohanes masa kini saat kita menerima baptisan Katolik yang kemudian diteguhkan dengan Krisma yang kita terima. Namun, pertanyaannya adalah: apakah kita mau menjalani peranan kita sebagai “pelopor” atau tidak?

Menjadi seorang pelopor tidaklah mudah. Seringkali kita ingin menjadi seorang aktor ketimbang seorang pemeran pengganti. Padahal bila mau melihat di balik layar sebuah film, tentunya yang hebat bukanlah aktornya, melainkan pemeran penggantinya. Jackie Chan yang katanya selalu memerankan aktingnya sendiri pun pasti suatu saat memerlukan pemeran pengganti. Namun perlu diakui pula segala kehebatan pemeran pengganti mau tak mau pasti tertutupi oleh ketenaran seorang aktor. Aktorlah yang dilihat oleh penonton. Tapi mengapa Yohanes memilih jalan yang “tidak tenar” padahal dia punya kesempatan untuk jadi aktor seperti Yesus? Bukankah saat itu Yesus belum muncul ke “permukaan”? Sebuah misteri seorang Yohanes Pembaptis yang patut kita teladani… misteri kerendahan hatinya.

Kembali kita lihat sosok “pelopor” masa kini. Kita coba pertanyaan yang paling dasar, apakah “aku” mau menjadi seorang pelopor seperti Yohanes? Kemudian kita telusuri lebih dalam, apakah motivasi-“ku” menjadi seorang pewarta? Apakah “aku” sebagai seorang pewarta benar-benar telah menjadi rendah hati seperti Yohanes, teladan para pewarta? Apakah “aku” bisa menerima kalau ditinggalkan saat yang kuwartakan datang? Jawaban itu ada pada diri kita masing-masing.

Menjadi seorang pewarta adalah tugas yang diberikan pada kita. Menjadi seorang pewarta bukanlah agar kita menjadi besar di hadapan Allah. Menjadi seorang pewarta tidaklah berarti kita mendapat tempat yang istimewa dalam Kerajaan Allah. Menjadi seorang pewarta harus siap untuk ditinggalkan seorang diri. Dan Yohanes Pembaptis menyadari semuanya itu! Yesus berkata: “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.” (Mat 11:11) Siapkah aku?

Terinspirasi Minggu Advent III

JN. Rony
20011216

yang sedang mencari jati diri

Posted By: Mamoru
Last Edit: 19 Jun 2011 @ 03:15 PM

EmailPermalinkComments (0)
Tags
Categories: Renungan

 Last 50 Posts
 Back
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 139
  • Comments » 0
Change Theme...
  • VoidVoid « Default
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

About



    No Child Pages.